Abdul Mutallib (kakek nabi), tidak pernah berdoa kepada berhala, dari berbagai kisah kisah baik dari para kaum muslim maupun bukan pada saat itu dapat bersaksi bahwa abdul mutallib tidak pernah sekalipun berdoa kepada berhala. Dan ini terbukti pada salah satu kisah yang paling masyhur. Bahkan saking masyhurnya sampai ndibuat film “JOURNEY” yang diproduksi oleh TOEI Animation, pembuat animasi One Piece.

Pernah suatu saat Abdul Mutallib bermimpi dari punggungnya keluar rantai yang terbuat dari perak dan membentang ke arah timur dan barat. Abdul Mutallib yakin bahwa ini adalah pertanda akan ada keturunan dari nya. Oleh karena itu Abdullah anaknya abdul mutallib dicarikannya perempuan dari kalangan keluarga yang terpandang dan paling taat kepada Allah (tidak pernahmenyembah berhala). Dan tertemukanlah seorang perempuan yang baik budinya dan tidak pernah menyembah berhala. Ia adalah anak dari wahab, namanya Aminah binti Wahab.

Dalam beberapa bulan setelah pernikahan Abdullah dan Aminah, ia pun mengandung dan tepat saat itu nun jauh di negri Habasyah (saat ini Etiopia dan sebagian Sudan) telah membentangkan sayapnya ke Yaman. Negri itu dipimpin oleh raja Abraha. Abraha ini sedikit bingung dengan oorang-orang arab yang setiap tahunnya pergi ke ka’bahhanya untuk berdoa. Abraha pun bersiasat untuk membuat Gereja yang bernama khulais yang amat megah nan indah. Akan tetapi jangankan orang arab orang yaman saja tidak ingin pergi ke sana, mereka lebih memilih pergi ke ka’bah. Padahal disana jangankan makanan mencari minum saja sangat sulit.

Akhirnya Abraha pun murka ia pun mengumpulkan bala tentara dan setiap komandonya terdapat satu gajah. Saat tentara abraha pergi ke ka’bah di tengah perjalanan  berpapasan dengan gerombolan unta yang sedang di gembalakan. Ia pun menganbilnya sebanyak 200 unta. Setelah mendengar kabar akan datangnya bala tentara yang amat banyak bahkan jika seluruh orang mekah menghadangpun tidak akan sanggup. Abdul Mutallib pun meyerukan pada orag orang mekah untuk megugsi ke bukit-bukit di sekitaran makkah. Setelah berkumpul semua orang mekkah di bukit-bukit Abdul Mutallib pun turun dan berjalan menuju tenda milik Abraha. Ketika sampai disana Abraha sedang bercakap dengan seseorang sambil tiduran di singgah saan nya yang besar, ketika Abdul Mutallib datang abraha langsung duduk dan mempersilahkan duduk Abdul Mutallib di sanpingnya (singgasananya) karena menghormati sekaligus takut akan aura pemimpin yang memimpin kota besar.

“Wahai Abdul Mutallib koatakan lah apa yang inigin kau katakan” ucap Abraha.

Abdul Mutallib pergi ke pada Araha tidak sendirian ia membawa penerjemah karena Abraha berasal dari Habasyah sedangkan bahasa Arab dan Habasyah berbeda. Lalu ia berkata “wahai Abraha aku ingin 200 untaku yang kau ambil di kembalikan”

Ketika akan menjalankan para gajahnya gajah itu tidak mau mrjalan menujub makkah. Bahkan jika di gerakkan ke kanan atau ke kiri tatap mau, akan tetapi ketika jialankan menuju ka’bah ia tidak mau.

 Saat Abdul muatallib kembali ke perkemahan ia melihat para penduduk makkah berdoa kepada berhala, lalu ia pun meyerukan kepada seluruh penduduk makkah untuk megulangi apa yang ia katakana “ya ALLAH ..” saat itu juga turun dari langit bayak burung ababil denagn masing-masing membawa 3 buah batu. Batu itu berasal dari neraka jahannam. Ketika dijatuhkan dari langut setiap 1 batu mengenai 1 tentara dan saat itu juga ia mati di tempat. Tidak satupun batu yang tidak mengenai tahan, hanya mengenai para tentara Abraha. Hanya abraha yang selamat bersama 1 mentrinya akan tetapi ketika sampai di yaman meninggal setelah menceritakan kejadian-kejadian yang di alaminya kepada penduduk yaman.